Sejarah Fisika UIN Bandung

Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung secara resmi didirikan pada 20 Februari 2006 melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Kelembagaan Agama Islam Nomor DJ.II/25/2006. Meskipun telah dibuka pada tahun tersebut, penerimaan mahasiswa baru dimulai pada tahun 2008 dengan angkatan perdana sebanyak 50 orang, yang tergolong cukup besar untuk program studi yang baru berdiri.

Pada tahap awal, pengelolaan Program Studi Fisika dijalankan oleh sejumlah dosen dan tenaga kependidikan yang terbatas. Perkembangan sumber daya manusia terus terjadi dengan penambahan dosen pada berbagai tahun: tiga orang pada 2010, dua orang pada 2011, satu orang pada 2019, dua orang pada 2020, dan tiga orang pada 2025. Saat ini, Program Studi Fisika memiliki 12 dosen yang terdiri atas satu profesor, enam doktor, dan enam magister, serta didukung oleh dua tenaga laboran dan dua tenaga administrasi.

Meskipun pada awal berdirinya memiliki keterbatasan fasilitas laboratorium, kegiatan praktikum tetap terlaksana dengan memanfaatkan laboratorium mitra. Praktikum Fisika Dasar dilakukan di Laboratorium Fisika UPI, sementara Eksperimen Fisika dilaksanakan di Laboratorium Fisika ITB. Seiring waktu, sarana dan prasarana terus berkembang, sehingga kini Program Studi Fisika memiliki dua laboratorium pendidikan untuk praktikum dasar dan lanjut, tujuh laboratorium riset, serta satu laboratorium workshop. Selain itu, terdapat beberapa kelompok riset yang aktif, yaitu Fisika Nuklir dan Medis, Astrofisika, Fisika Instrumentasi dan Robotika, Fisika Material, serta Geofisika.

Dalam aspek penjaminan mutu, Program Studi Fisika telah menjalani dua kali akreditasi oleh BAN-PT dan satu kali oleh LAMSAMA. Saat ini, program studi ini berstatus akreditasi Unggul yang berlaku sejak 17 Februari 2025 hingga 16 Februari 2030.

© 2025 - 2026 Web Fisika.

1 Online 2 Today 75 Total
Designed by Merdika