Berita Terkini
Telusuri berita dan pengumuman terbaru yang paling penting untuk Anda
Program Studi Fisika menyelenggarakan Sharing Session Alumni Fisika Jilid 15 bertema “Menembus Negeri Sakura: Cerita, Tantangan, dan Peluang Beasiswa MEXT” pada Sabtu, 14 Februari 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Fisika, Mada Sanjaya WS, Ph.D, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran alumni dalam memberikan inspirasi serta wawasan strategis bagi mahasiswa, khususnya terkait peluang studi lanjut dan pengembangan karier akademik di tingkat internasional.Sesi diskusi utama diisi oleh alumni Prodi Fisika, Ahmad Sohib, M.Si, mahasiswa S3 Kanazawa University, penerima Beasiswa MEXT Jepang. Narasumber memaparkan pengalaman akademik selama studi di Jepang serta berbagai output yang dihasilkan dari beasiswa MEXT, seperti peningkatan kemampuan riset, publikasi ilmiah, perluasan jejaring internasional, dan pembentukan etos kerja disiplin dalam lingkungan akademik global.Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa, terutama terkait strategi mencari dan menghubungi profesor pembimbing di Jepang, penyusunan komunikasi akademik yang efektif, serta penyesuaian minat riset. Selain itu, narasumber juga membagikan tips dan trik persiapan beasiswa MEXT, mulai dari penyusunan proposal riset, kesiapan dokumen, hingga penguatan mental dan konsistensi dalam proses seleksi, yang diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa Prodi Fisika dalam meraih studi lanjut ke luar negeri.
Program Studi Fisika kembali menyelenggarakan kegiatan Sharing Session Alumni Fisika Jilid 14 dengan tema “Dari Fisika ke Dunia Usaha” pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom ini berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB dan diikuti oleh mahasiswa serta alumni Prodi Fisika.Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Fisika, Mada Sanjaya WS, Ph.D, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran alumni sebagai inspirasi dan sumber pembelajaran bagi mahasiswa, khususnya dalam melihat peluang karier fisikawan di luar jalur akademik dan riset.Sesi utama diisi oleh Sandra Permana, S.Si., MBA, alumni Fisika angkatan 2008 yang saat ini menjabat sebagai Commissioner PT Giwangkara Kandangwesi (GWK) Indonesia. Dalam pemaparannya, narasumber membagikan pengalaman perjalanan karier dari latar belakang keilmuan fisika hingga terjun ke dunia usaha. Materi difokuskan pada konsep menjadi entrepreneur melalui pendekatan “by nasab, nasib, dan design”, yang menekankan kombinasi latar belakang, peluang hidup, serta perencanaan dan desain bisnis yang matang.Diskusi berlangsung interaktif. Salah satu pertanyaan menarik disampaikan oleh alumni Rafli, yang menanyakan strategi dan tantangan dalam membangun usaha mandiri dari nol. Narasumber menanggapi dengan menekankan pentingnya mindset, keberanian mengambil risiko terukur, serta kemampuan menerjemahkan cara berpikir analitis fisika ke dalam pengambilan keputusan bisnis.Sebagai bentuk apresiasi dan untuk meningkatkan antusiasme peserta, panitia juga membagikan doorprize kepada tiga mahasiswa, yaitu Rahma, Ziprar, dan Lubna.Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Prodi Fisika semakin terbuka wawasannya terhadap berbagai pilihan karier dan termotivasi untuk mengembangkan potensi kewirausahaan dengan bekal keilmuan fisika yang dimiliki. Program Sharing Session Alumni ini menjadi salah satu upaya berkelanjutan Prodi Fisika dalam memperkuat jejaring alumni serta menyiapkan lulusan yang adaptif dan berdaya saing di dunia kerja maupun dunia usaha.
RSUD Bandung Kiwari menggelar kegiatan Pembukaan Penerimaan Peserta Didik Gelombang 1 pada Senin, 12 Januari 2026 bertempat di aula utama rumah sakit lantai 6. Kegiatan ini menjadi awal resmi bagi mahasiswa Fisika untuk melaksanakan Kerja Mandiri Terpantau/Kerja Praktik/PKL di sejumlah unit layanan kesehatan RSUD Bandung Kiwari.Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Bandung Kiwari, Bapak Nana Tursino, SH., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar kegiatan kerja praktik ini dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pelayanan kesehatan. Pihak rumah sakit juga menekankan pentingnya profesionalisme, kedisiplinan, serta keselamatan kerja selama pelaksanaan praktik di lingkungan rumah sakit.Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, mengirimkan dua mahasiswa yang diterima dalam program ini, yaitu Putri Aulia Rizky dan Kania Nabila Rahma. Keduanya akan melaksanakan Kerja Praktik di Unit Radiologi mulai 19 Januari hingga 19 Februari 2026. Selama periode tersebut, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung terkait penerapan ilmu fisika medis, keselamatan radiasi, serta operasional peralatan radiologi di lingkungan rumah sakit.Kegiatan ini menjadi langkah strategis bagi Prodi Fisika dalam memperkuat implementasi pembelajaran berbasis praktik lapangan sekaligus meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja, khususnya di bidang fisika medis dan kesehatan.
Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melaksanakan kegiatan kunjungan industri ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Rabu, 3 Desember 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 14 mahasiswa dan 3 dosen pendamping sebagai bagian dari penguatan kompetensi mahasiswa di bidang Fisika Medis.Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang berlangsung di Gedung Diklat RSHS lantai 2, Kelas Mawar. Sambutan dari pihak RSHS disampaikan oleh Rizal selaku perwakilan Tim Pendidikan dan Pelatihan RSHS, yang menyambut baik kolaborasi akademik ini sebagai upaya peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap penerapan fisika dalam layanan kesehatan. Dari pihak Prodi Fisika, sambutan disampaikan oleh Ibu Khoerunnisa Syaja’ah, M.Si yang menekankan pentingnya pengalaman langsung di lingkungan rumah sakit untuk memperkaya wawasan mahasiswa.Selama kunjungan, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi tiga unit utama yang menjadi area kerja Fisikawan Medik, yaitu Unit Radiologi Diagnostik, Radioterapi, dan Kedokteran Nuklir. Pada setiap unit, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai konsep fisika yang diterapkan, perangkat medis yang digunakan, serta prosedur keselamatan dan proteksi radiasi bagi pasien, pekerja, dan lingkungan.Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami secara langsung peran strategis Fisikawan Medik dalam pelayanan kesehatan, serta memperkuat kompetensi mereka dalam bidang instrumentasi dan teknologi medis. Kunjungan industri ini menjadi bagian dari komitmen Prodi Fisika FST UIN Bandung untuk menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman dan meningkatkan kesiapan mahasiswa di dunia kerja yang sesungguhnya.
Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melaksanakan kegiatan Audit Mutu Internal (AMI) pada hari Jumat, 28 November 2025 sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas tata kelola dan layanan akademik. Audit ini dilakukan oleh auditor internal universitas, Prof. Chaerul Rokhman, yang dikenal memiliki pengalaman luas dalam pengembangan sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi.Kegiatan audit berlangsung secara konstruktif dengan peninjauan menyeluruh terhadap dokumen dan implementasi standar mutu Prodi Fisika, meliputi kurikulum, proses pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, layanan kemahasiswaan, serta pencapaian kinerja dan tata kelola prodi.Dalam sesi evaluasi, Prof. Chaerul Rokhman memberikan sejumlah rekomendasi strategis untuk penguatan manajemen mutu prodi. Salah satu rekomendasi yang menjadi perhatian utama adalah pentingnya memperluas jejaring kerja sama dengan sekolah-sekolah serta meningkatkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berbasis edukasi fisika di tingkat sekolah. Upaya ini dinilai sangat penting untuk menjaring calon mahasiswa Fisika yang berkualitas sekaligus memperkuat citra dan visibilitas Prodi Fisika di masyarakat.Prodi Fisika menyambut baik rekomendasi tersebut dan berkomitmen untuk menindaklanjutinya secara terukur. Melalui AMI ini, Prodi Fisika berharap dapat terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta semakin mendekatkan diri pada visi menjadi program studi unggul dan inovatif di kawasan Asia Tenggara.
SMA Negeri 1 Ciwidey, 26 November 2025 — Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMA Negeri 1 Ciwidey pada Rabu, 26 November 2025. Kegiatan ini mengusung tema “Pengembangan Modul Pembelajaran Interaktif menggunakan GEOROBOGRAAFF dalam Rangka Meningkatkan Pemahaman Konsep Fisika dan Komputasi Siswa Berlandaskan Rahmatan Lil Alamin.”Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memperkenalkan pendekatan pembelajaran fisika yang lebih kontekstual, interaktif, dan berbasis teknologi kepada siswa SMA. Melalui penggunaan GEOROBOGRAAFF (Geofisika, Robotika dan Astrofisika) sebagai media pembelajaran, siswa diajak untuk memahami konsep-konsep fisika sekaligus keterampilan dasar komputasi secara lebih aplikatif dan menyenangkan.Dalam kegiatan tersebut, tim PKM Prodi Fisika memberikan pemaparan materi, demonstrasi penggunaan modul interaktif, serta sesi praktik langsung bagi siswa. Para peserta terlihat antusias dalam mengikuti setiap sesi, terutama saat melakukan simulasi dan eksperimen berbasis GEOROBOGRAAFF.Selain aspek akademik, kegiatan ini juga menekankan nilai-nilai Rahmatan Lil Alamin, yakni pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan sikap saling menghargai, kolaboratif, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan serta masyarakat.Pihak SMA Negeri 1 Ciwidey menyambut baik kegiatan ini dan berharap adanya keberlanjutan kerja sama dengan Prodi Fisika UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam program-program pendidikan dan pengembangan sains di sekolah.
Rabu, 19 November 2025, Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melaksanakan kunjungan kerjasama ke Program Studi Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda penguatan jejaring akademik serta peningkatan mutu pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi.Rombongan Prodi Fisika FST UIN SGD Bandung disambut hangat oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPA UNESA, Prof. Dr. Frida Rachmadiarti, M.Kes, serta Ketua Program Studi Fisika FMIPA UNESA, Prof. Dr. Munasir.Turut hadir pula jajaran pimpinan dan dosen di lingkungan FMIPA serta Prodi Fisika UNESA.Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang membahas berbagai hal strategis, terutama mengenai pengembangan kurikulum OBE, penguatan kompetensi lulusan, serta peluang kolaborasi dalam penelitian publikasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Diskusi berlangsung interaktif dan produktif, menghadirkan berbagai perspektif konstruktif dari kedua institusi.Setelah sesi diskusi, rombongan Fisika FST UIN SGD Bandung berkesempatan melakukan kunjungan laboratorium di lingkungan Prodi Fisika FMIPA UNESA, termasuk laboratorium fisika dasar, laboratorium riset, dan fasilitas pendukung lainnya. Kunjungan ini memberikan gambaran langsung mengenai pengelolaan laboratorium, instrumen eksperimen, serta praktik penelitian yang dijalankan di UNESA.Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang lebih erat antara Prodi Fisika UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Prodi Fisika FMIPA UNESA, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan kurikulum demi mewujudkan fisika yang semakin berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung melaksanakan kegiatan 2025 Physics Curriculum Review by Alumni pada Senin, 17 November 2025. Kegiatan berlangsung secara daring dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB dan diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta para alumni yang berkiprah di berbagai bidang profesi.Kegiatan ini menghadirkan empat alumni sebagai narasumber yang merepresentasikan beragam bidang keilmuan dan dunia kerja, yaitu:Hana Ramadhani Shanaz, S.Si – Non-Destructive Test (NDT)Ikhsan Purnama Santika, S.Si – Metrologi LegalRahma Sundaya Effendi, M.Si – Energi Terbarukan dan LingkunganArrum Nitasari, M.Si., F.Med – Fisika MedisDalam kegiatan tersebut, para alumni menyampaikan pandangan dan masukan terkait kurikulum Fisika Tahun 2025, khususnya mengenai kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, perkembangan teknologi, serta tuntutan profesional di masing-masing bidang. Diskusi berlangsung interaktif, di mana peserta dapat mengajukan pertanyaan seputar kebutuhan kemampuan teknis, soft skills, serta peluang karier yang relevan bagi lulusan Fisika.Para narasumber menekankan pentingnya penguatan materi praktis, integrasi teknologi terbaru, serta peningkatan pengalaman lapangan melalui magang atau projek berbasis industri. Mereka juga mengapresiasi langkah Program Studi Fisika dalam melibatkan alumni sebagai mitra strategis dalam pengembangan kurikulum.Melalui kegiatan ini, Program Studi Fisika berharap kurikulum 2025 dapat semakin adaptif, relevan, dan mampu mempersiapkan lulusan yang unggul, profesional, serta siap berkontribusi di berbagai sektor berbasis sains dan teknologi.
Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan kegiatan Kuliah Dosen Praktisi untuk Mata Kuliah Perencanaan Radioterapi pada Kamis, 6 November 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform online meeting pada pukul 10.00–12.00 WIB dan diikuti oleh mahasiswa peminatan Fisika Medik serta mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut.Kegiatan ini menghadirkan Arrum Nutasari, M.Si., F.Med, Fisikawan Medik dari RSUD Bandung Kiwari, yang memiliki pengalaman luas dalam perencanaan terapi radiasi untuk pasien kanker. Kehadiran beliau memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif langsung dari dunia klinis mengenai implementasi ilmu fisika dalam proses perencanaan radioterapi.Dalam sesi pemaparannya, Arrum Nutasari menjelaskan tahapan-tahapan penting dalam perencanaan radioterapi, mulai dari proses simulasi pasien, delineasi struktur anatomi, penentuan target radiasi, perhitungan dosis, hingga prosedur verifikasi sebelum terapi dilakukan. Beliau juga menekankan pentingnya aspek keselamatan radiasi, akurasi perhitungan, serta peran vital Fisikawan Medik dalam memastikan efektivitas dan keamanan terapi.Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi melalui berbagai pertanyaan terkait teknologi mesin radioterapi, perangkat lunak treatment planning system, hingga peluang karier di bidang Fisika Medik. Interaksi yang aktif antara mahasiswa dan narasumber menjadikan kegiatan ini sangat informatif dan aplikatif.Melalui kegiatan ini, Program Studi Fisika menegaskan komitmennya untuk menghadirkan praktisi profesional sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis dunia kerja. Harapannya, mahasiswa dapat memperoleh wawasan yang lebih komprehensif dan siap menghadapi kebutuhan kompetensi di bidang Fisika Medik.
- More pages